Tercatat dalam sebuah buku karya Koentjaraningrat yang berjudul Pengantar Ilmu Antropologi, menuliskan bahwa Ilmu Antropologi mempunyai beberapa fase dalam perkembangannya.
Fase pertama terjadi sebelum tahun 1800, fase kedua terjadi pertengahan abad ke-19, fase ketiga terjadi awal abad ke-20, dan fase keempat terjadi tahun 1930.
Ilmu antropologi masih tergolong muda yakni kira-kira berumur satu abad sehingga menjadikan berbagai perbedaan mulai dari pemahaman ataupun tujuan adanya antropologi.
Terkait berbagai perbedaan istilah-istilah yang disuguhkan kepada antropologi masih sering digunakan, seperti ethnography (Pelukisan tentang bangsa-bangsa), ethnology (Ilmu bangsa-bangsa), Volkerkunde (Ilmu bangsa-bangsa), Kulturkunde (Ilmu kebudayaan), anthropology (Ilmu tentang manusia), cultural anthropology (Antropologi budaya), social anthropology.
Antropologi juga memiliki lima bagian ilmu yang wajib diketahui oleh masyarakat luas, seperti Paleo-antropologi dan antropologi fisik kedua ilmu ini disebut antropologi fisik dalam arti luas sedangkan etnolinguistik, prehistori, dan etnologi ketiga ilmu ini disebut antropologi budaya.
Paleo-antropologi adalah ilmu yang meneliti asal-usul atau terjadinya dan evolusi yang telah membatu (fosil-fosil manusia).
Antropologi fisik adalah bagian dari ilmu antropologi yang berusaha mencapai suatu pengertian tentang sejarah terjadinya beragam manusia dari sudut ciri-ciri tubuhnya.
Etnolinguistik atau antropologi linguistik adalah suatu ilmu yang asal mulanya berkaitan erat dengan ilmu antropologi.
Prehistori adalah mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia di bumi.
Etnologi adalah ilmu bagian yang mencoba mencapai mengenai asas-asas manusia.
Perlu diketahui bersama bahwa spesialisasi antropologi yang pertama adalah antropologi ekonomi (economic anthropology). walaupun demikian, spesialisasi antropologi yang baru sudah mulai berkembang pesat setelah Perang Dunia II, seperti subilmu antropologi atau bisa disebut psikiatri.
Hubungan antara antropologi sosial dan sosiologi adalah untuk mencapai suatu pengertian tentang asas hidup masyarakat dan kebudayaan manusia.
Walaupun memiliki persamaan, ternyata antropologi sosial dan sosiologi memiliki perbedaan yang bisa dibilang banyak, yaitu:
a. Kedua ilmu tersebut memiliki sejarah dan asal mula yang pastinya berbeda-beda.
b. Ketika asal-mula mengalami perbedaan, pasti akan mengalami perbedaan pada pokok dan bahan penelitian.
c. Perbedaan asal mula juga bisa menjadikan beberapa metode dan masalah yang khusus dari masing-masing ilmu di atas.
Ilmu sosiologi asal mulanya adalah bagian dari ilmu filsafat. Sehingga bisa disimpulkan bahwa perbedaan antara antropologi sosial dan sosiologi tidak bisa ditentukan dari perbedaan masyarakat suku bangsa di luar lingkungan Eropa-Amerika.
Hubungan ilmu antropologi dan ilmu lain juga sebenarnya saling bersinambungan atau saling membutuhkan sama lain. Inilah ilmu-ilmu yang membutuhkan antropologi dan sebaliknya.
a. Ilmu geologi
b. Ilmu paleontologi
c. Ilmu anatomi
d. Ilmu kesehatan masyarakat
e. Ilmu psikiatri
f. Ilmu linguistik
g. Ilmu arkeologi
h. Ilmu sejarah
i. Ilmu geografi
j. Ilmu ekonomi
k. Ilmu hukum adat
l. Ilmu administrasi
m. Ilmu politik
Metode ilmiah dari antropologi adalah segala cara yang digunakan dalam ilmu tersebut agar tercapai ilmu tersebut. Karena tanpa metode ilmiah, suatu ilmu pengetahuan tidak dapat dikatakan sebagai ilmu, tetapi hanya sebuah himpunan pengetahuan saja.
Ilmu antropologi yang bekerja dengan bahan berupa fakta yang banyak dari berbagai masyarakat dan kebudayaan dari seluruh dunia. Pada ilmu sosial dan ilmu antropologi sebagian besar bersifat 'pengertian' mengenai kehidupan masyarakat dan kebudayaan, tetapi ada juga yang bersifat kaidah-kaidah sosial budaya.
Metode-metode untuk memverifikasi atau pengujian terdiri dari rumusan kaidah-kaidah atau memperkuat 'pengertian' yang sudah dicapai.
Suatu ilmu pengetahuan bisa dikatakan hidup apabila para ahli melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat penelitian dan memecahkan berbagai masalah yang dia temukan atau masalah yang belum terpecahkan.
Setelah Perang Dunia II banyak negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang sudah mempunyai tokoh-tokoh antropologi, seperti M.N. Srinivas dan Saran Chandra Dube yang berasal dari India, F.L. Hsu berasal dari China, Chie Nakane dari Jepang, dan K.A. Busia dari Afrika.
Salah satu majalah antropologi yang harus dimiliki oleh ahli antropologi adalah Current Anthropology yang diterbitkan oleh University of Chicago Press.
Di Indonesia sendiri, pendidikan sarjana antropologi hanya dilaksanakan pada empat universitas, seperti Universitas Indonesia di Depok, Universitas Padjadjaran di Bandung, Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, dan Universitas Sam Ratulangi di Manado.
Ilmu antropologi sebenarnya sama seperti ilmu bumi yaitu sangat memerlukan suatu atlas untuk menunjukkan lokasi dari beratus-ratus suku bangsa di semua dunia yang akan menjadi objek penelitian.
Referensi:
Prof. Dr. Koentjaraningrat. 2010. Pengantar Ilmu Antropologi. PT. Rineka Cipta: Jakarta.
Kelompok 1 Semester 5
Irfan
Isa Saburai
Noveri Denta
Muhammad Afiffuddin
Matkul Antropologi
Ma'had Aly Jakarta

0 Komentar